Langsung ke konten utama

Sombong Pada Orang Sombong Sedekah Hadis Apa Bukan?

Sombong Pada Orang Sombong

Ada yang bilang bahwa sombong pada orang yang menyombongkan diri adalah sedekah. Bahkan ada yang mengira bahwa itu adalah hadis. Perkataan itu bukan hadis, tapi nasehat ulama yang maknanya bisa dibenarkan apabila dosisnya tepat. Syaikh Muhammad al-Khadimi dalam kitabnya Bariqah Mahmudiyah berkata 

التكبر على المتكبر صدقة، لأنه إذا تواضعت له تمادى في ضلاله وإذا تكبرت عليه تنبه
"Bersikap sombong pada orang sombong adalah sedekah karena kalau engkau merendahkan diri padanya, dia akan menjadi-jadi dalam ketersesatannya. Tetapi bila engkau menyombonginya, maka ia akan sadar"

Penulisnya juga menukil perkataan Imam Abu Hanifah sebagai berikut:

وعن أبي حنيفة رحمه الله تعالى أظلم الظالمين من تواضع لمن لا يلتفت إليه
"Dari Abu Hanifah, semoga ia dirahmati Allah, orang yang paling zalim adalah orang yang merendahkan diri pada orang yang tak layak diperhitungkan"

Bersikap sombong pada orang sombong memang bisa menjadi terapi kejut yang dapat membuatnya sadar agar tak menyombongkan diri lagi. Merendahkan diri pada orang yang tidak layak dibegitukan hanya akan membuat dia menjelma menjadi orang sombong yang tidak tahu diri. 

Saya berulangkali membuktikan di facebook ini bahwa cara paling efektif menghadapi orang yang sombong yang merasa seolah dirinya paling pinter dan paling bener sedunia adalah dengan membuatnya merasa bodoh. Begitu pula cara paling efektif menghadapi orang yang merasa sudah paling ma'rifat atau sudah nyufi level tinggi sehingga bicara nyleneh-nyeleneh adalah dengan menunjukkan bahwa levelnya masih jauh dari ma'rifat atau belum layak bahwa-bawa tasawuf. Sama ketika suatu saat ada yang meninggikan jabatannya dan bercerita betapa hebatnya dia dengan nada yang tidak enak didengar, akhirnya saya cerita juga jabatan saya yang kebetulan lebih keren darinya sehingga dia diam setelah itu. Itu semua tampak seolah saya menyombonginya.

Tapi, cara ini berbahaya. Ini cara yang tidak bisa direkomendasikan pada semua orang seperti halnya obat manjur dari dokter yang tidak boleh asal diberikan pada semua orang sakit. Bila salah dosis, bukan jadi obat justru yang ada malah hanya dua orang sombong yang saling unjuk kesombongan. Dua-duanya celaka karena sombong. 

Namun ada dosis yang saya kira aman dipraktekkan semua orang, yaitu: Bila ada orang yang dari ucapannya menyombongkan hartanya, maka jangan sesekali memperlihatkan bahwa anda butuh pada kekayaannya, tapi biasa saja. Bila ada orang yang dari tingkah lakunya meremehkan orang lain atau meremehkan anda sendiri, maka jangan pernah cium tangannya atau memujinya, tapi biasa saja.

PENULIS : ABDUL WAHAB AHMAD

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengapa bulan Sya’ban disebut bulan bersholawat kepada Nabi Muhammad Saw ? Apa Manfaat Sholawat Di Bulan Sya’ban?

  Tidak terasa beberapa bulan lagi kita akan  memasuki bulan Sya’ban dimana memang waktu itu tidak terasa, tiba- tiba sudah sya’ban lagi. Pasti itu yang dirasakan oleh sahabat pembaca? Benar bukan? Itulah pentingnya kita memanfaatkan waktu sebaik-baiknya. Dimana Nabi Muhammad Saw. sangat memperingatkan kita dengan waktu. Waktu itu ibarat pedang jika kita tidak bisa memanfaatkanya dengan baik, maka waktu itu tidak bisa dibeli lagi, tidak bisa kembali lagi. Berbicara mengenai bulan Sya’ban banyak sekali keistimewaan di dalamnya, belum lagi fadlilah beramal di dalamnya. Salah satu keistimewaan bulan ini ialah di sebut sebagai bulannya Nabi Muhammad Saw. dimana dalam sebuah keterangan di sebutkan bahwa: ''Rajab adalah bulan Allah, Sya'ban adalah bulanku dan Ramadhan bulan umatku.” Kembali kepada pembahasan judul di atas mengapa bulan Sya’ban di sebut bulan bersholawat kepada Nabi Muhamma Saw. penulis mengutip penjelasan didalam kitab Madza Fi Sya’ban hal 7 Hai’ah Shofwah a...

Keutamaan Sayyidul Istigfar

Sayyidul Istigfar merupakan amalan yang redaksinya langsung dari hadis Nabi Muhammad Saw yang memiliki keutamaan yang luar biasa. Amalan ini sangat di anjurkan untuk di baca setiap hari oleh setiap muslim.  Dari sahabat Syaddad Ibnu Aus dari Nabi Muhammad Saw. : سَيِّدُ الِاسْتِغْفارِ أنْ تَقُولَ: اللَّهُمَّ أنْتَ رَبِّي لا إلَهَ إلَّا أنْتَ، خَلَقْتَنِي وأنا عَبْدُكَ، وأنا علَى عَهْدِكَ ووَعْدِكَ ما اسْتَطَعْتُ، أعُوذُ بكَ مِن شَرِّ ما صَنَعْتُ، أبُوءُ لكَ بنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وأَبُوءُ لكَ بذَنْبِي فاغْفِرْ لِي؛ فإنَّه لا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إلَّا أنْتَ. قالَ: ومَن قالَها مِنَ النَّهارِ مُوقِنًا بها، فَماتَ مِن يَومِهِ قَبْلَ أنْ يُمْسِيَ، فَهو مِن أهْلِ الجَنَّةِ، ومَن قالَها مِنَ اللَّيْلِ وهو مُوقِنٌ بها، فَماتَ قَبْلَ أنْ يُصْبِحَ، فَهو مِن أهْلِ الجَنَّةِ. Artinya: Sayyidul Istigfar yakni mengucapkan:  "wahai Tuhanku, Engkau Tuhanku. Tiada tuhan yang disembah selain Engkau. Engkau yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku berada dalam perintah iman sesuai perjanjian-M...

Pembahasan Hukum Mengupload Foto di Medsos, Simak Sampai Habis !!!

Oleh : Abdul Wahab Ahmad Boleh tidak mengupload foto di medsos, terutama bagi muslimah? Pertanyaan ini mungkin tidak penting bagi sebagian orang yang cuek soal fikih, tapi sangat penting bagi sebagian lainnya yang ingin beragama dengan baik. Meskipun ini topik yang sangat basi, saya tertarik menulisnya kembali berhubung hal yang sama selalu ditanyakan dari waktu ke waktu. Silakan siapkan camilan yang banyak sebagai teman membaca ulasan yang tetap panjang lebar ini, meskipun sudah berusaha saya singkat setiap poinnya. Dalam berbagai artikel di internet maupun dalam kolom komentar media sosial, mudah kita temukan orang-orang yang mengharamkan upload foto di medsos secara mutlak, terutama bagi muslimah. Demikian juga di beberapa majelis pengajian, kadang ada pemateri yang mengharamkan seorang wanita mengupload foto dirinya di media sosial tanpa memilah kasus per kasus. Bahkan, saya beberapa kali mendengar ucapan bahwa  seorang wanita yang mengupload foto di media sosial sama dengan me...