Langsung ke konten utama

Dampak Belajar Tanpa Guru, Tuma al-Hakim Mati Konyol


Dampak Belajar Tanpa Guru, Mati Konyol

 Terdapat sya'ir masyhur yang disampaikan al Imam Abu Hayyan Al Andalusy:


ﻳﻈﻦّ ﺍﻟﻐُﻤْﺮُ ﺃﻥ ﺍﻟﻜُﺘْﺐَ ﺗَﻬﺪﻱ – ﺃﺧَﺎ ﺟَﻬﻞٍ ﻹﺩْﺭﺍﻙِ ﺍﻟﻌُﻠﻮﻡِ 

ﻭﻣَﺎ ﻳَﺪﺭﻱﺍﻟﺠﻬﻮﻝُ ﺑﺄﻥّ ﻓِﻴﻬﺎ – ﻏَﻮﺍﻣِﺾ ﺣَﻴّﺮﺕ ﻋَﻘﻞَ ﺍﻟﻔﻬﻴﻢِ

ﺇﺫﺍ ﺭُﻣﺖ ﺍﻟﻌُﻠﻮﻡَ ﺑﻐﻴﺮِ ﺷﻴﺦٍ – ﺿﻠﻠﺖَ ﻋَﻦ ﺍﻟﺼِﺮﺍﻁﺍﻟﻤُﺴﺘﻘِﻴﻢ

ﻭﺗﻠﺘَﺒِﺲُ ﺍﻷﻣُﻮﺭُ ﻋﻠﻴﻚَ ﺣَﺘﻰ – ﺗﺼﻴﺮَ ﺃﺿﻞَّ ﻣِﻦ ﺗُﻮﻣﺎ ﺍﻟﺤَﻜﻴﻢ


"Orang banyak menyangka bahwa kitab-kitab itu dapat menuntun orang bodoh untuk menggapai ilmu – padahal orang yang amat bodoh tidak tahu bahwa di dalam kitab-kitab itu banyak masalah rumit yang membingungkan akal orang cerdas.

Apabila engkau mencari ilmu tanpa guru – maka engkau dapat tersesat dari jalan yang lurus.

Segala perkara akan menjadi samar buatmu hingga – engkau menjadi lebih sesat daripada Tuma al Hakim." 

Dikisahkan: 

Dampak Belajar Tanpa Guru, Mati Konyol

Tuma al-Hakim adalah seorang tabib yang menjadi lambang kebodohan pada masanya. Ayahnya adalah seorang dokter. Setelah orang tuanya meninggal dunia, ia mewarisi banyak buku kedokteran milik orang tuanya tersebut. Ia pun sibuk menelaah buku-buku tersebut, dan dia membaca di buku tersebut:


الحَبَّةُ السَّوْدَاءَ شِفَاءٌ مِنْ كُلِّ دَاءٍ


"Habbatusauda (jintan hitam) adalah obat untuk segala penyakit."


Kebetulan kitab yang dibacanya agak lapuk sehingga titik lafadz الحبة، huruf bā' nya terlihat menjadi الحية. al Habbatus Saudā,  artinya jintan hitam,  sementara al Hayyatus Saudā', artinya Ular Hitam. Sehingga kalimatnya menjadi seolah:


الحَيَّةُ السَّوْدَاءَ شِفَاءٌ مِنْ كُلِّ دَاءٍ


"Ular hitam adalah obat untuk segala penyakit.


Dalam satu riwayat akhirnya ia meninggal dunia karena digigit ular hitam saat pergi mencarinya untuk obat, dan dalam riwayat yang lain disebutkan bahwa ia menyebabkan kematian banyak orang karena memberi mereka obat yang terbuat dari olahan ular hitam.


"ITULAH SALAH SATU AKIBAT FATAL BELAJAR TANPA SANAD KEGURUAN."


حاشية الطالب ابن حمدون ص ٤٤

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hati-Hati Dalam Mengambil Rujukan Beraqidah, Akibatnya Fatal

RUJUKAN DALAM AQIDAH Dalam Aqidah, Ahlussunnah wal Jama’ah mengambil daripada rumusan Imam Abul Hasan Ali Al Asy’ari maupun Imam Abu Manshur Al Maturidi. Terkhusus Imam Asy’ari, Nahdlatul Ulama telah membuktikan keistiqomahannya dalam menjadikan Beliau sebagai panutan. Hal ini juga diikuti dengan ulama’ Ahlussunnah wal Jama’ah seantero jagad dari berbagai fan ilmu. As Sayyid Muhammad bin Alwi Al Maliki Al Hasani mengatakan : إنهم طوائف المحدثين والفقهاء والمفسرين من الأئمة الأعلام  “Sesungguhnya golongan Asy’ariyyah merupakan kelompoknya para ahli hadits, ahli fiqih, ahli tafsir yang merupakan para Imam yang senior.” (Mafahim Yajib An Tushohhah hal. 111) Hati-Hati Dalam Mengambil Rujukan Beraqidah, Akibatnya Fatal وتابعوه جمهور العلماء من سائر طوائف المحدثين والفقهاء وغيرهم, منهم الإمام النووي (صاحب كتاب شرح صحيح مسلم, ورياض الصالحين), والحافظ إبن حجر العسقلاني الملقب بأمير المؤمنين فى الحديث (مؤلف كتاب فتح الباري شرح صحيح البخاري وكتاب بلوغ المرام), والإمام القرطبي صاحب تفسير القر...