Langsung ke konten utama

Kisah di Karangnya Kitab Nadzom Aqidatul Awam, Untaian dari Nadzmnya Langsung dari Rasulullah

Pelajaran tauhid merupakan pelajaran penting yang harus di ketahui oleh setiap muslim. Mengetahui tauhid yang berhaluan Aswaja sangatlah penting, karena banyaknya faham tauhid yang berbahaya.

Pelajaran tauhid dasar yang banyak di kaji di kalangan pesantren ialah kitab nadzom Aqidatul Awam. Kitab ini di kaji di berbagai pondok pesantren di seluruh Nusantara yang berhaluan ahlussunah waljamaah.



Kisah di Karangnya Kitab Nadzom Aqidatul Awam, Untaian dari Nadzmnya Langsung dari Rasulullah

Kitab ini mencakup kajian dasar meliputi sifat-sifat wajib Allah, sifat-sifat mustahil Allah, sifat Jaiz Allah, sifat-sifat wajib Rasul dan sifat mustahilnya, serta sifat Jaiz Rasul. Selain itu, juga mencakup kitab-kitab samawi yang wajib kita imani, juga menjelaskan beberapa perkara yang wajib di imani oleh setiap orang mukallaf.

Kitab ini di karang oleh Sayyid Ahmad Marzuki al-Maliki. Terdapat kisah yang sayang jika kita tidak mengetahuinya. Kitab ini terkarang melalui mimpi yang sangat mulia, yakni mimpi bertemu dengan Baginda Nabi Muhammad Saw. 

Mimpi itu terjadi pada malam Jum'at awal bulan Rajab tahun 1258 H. Pengarang kitab ini Sayyi Ahmad Marzuki al-Maliki bermimpi bertemu dengan Rasulullah dan juga para sahabat. Berkata Nabi Muhammad Saw kepara Sayyid Ahmad, " Bacalah nadzom tauhid, siapa yang menghafalnya maka akan masuk surga, mendapat apa yang di maksud dari setiap kebaikan dan mencocoki al-Qur'an dan Hadis. Lalu Sayyid Ahmad berkata," apakah yang di maksud nadzom tersebut wahai Rasulullah?". Maka para sahabat berkata kepada Sayyid Ahmad," dengarkanlah apa yang di ucapkan oleh Rasulullah". Maka Rasulullah Berkata," ucapkan lah : (أبدأ باسم الله والرحمن)", maka Sayyid Ahmad mengucapkannya seperti apa yang diucapkan Rasulullah hingga akhir nadzom. 

Ketika Sayyid Ahmad terbangun dari tidurnya beliau membaca dari apa yang beliau tirukan dari Rasulullah di dalam mimpinya. Beliau masih di beri ingatan dari awal nadzam hingga akhir.

Kemudian ketika malam jum'at atau malam keduapuluh delapan bulan Dzulqa'dah, beliau bermimpi Rasulullah untuk yang kedua kalinya di waktu sahur. Rasullullah berkata," Bacalah apa yang telah aku umlulkan di dalam hatimu!", Maka Sayyid Ahmad membacanya dari awal nadzom hingga akhir di hadapan Rasulullah dan para sahabat. Dan di setiap nadzom berkata para sahabat," amin... ". Ketika Sayyid Ahmad menghatamkannya hingga akhir, berkata Rasulullah kepadanya," Telah menyetujui Allah dari apa yang Allah Ridhoi, menerima darimu semua nadzom itu, memberkahimu dan semua orang mu'min, dan Semoga Allah memberi manfaat kepada hamba dengan nadzom itu, amin.....

Itulah sebab dikarangnya kitab nadzom Aqidatul Awam ini. Kitab ini di karang dengan sebab yang mulia yakni, dengan di bimbing langsung dari Rasulullah melalui mimpi. kisah ini bisa di cek di dalam kitab Nurudzolam karangan Syeh Nawawi Al-Bantani Al-Jawi. Mau tidak mau mimpi merupakan salah satu dari kabar yang bisa kita jadikan hujjah, jika tidak bertentangan dengan syariat. Rasulullah di berikan kesukaan untuk berkhalwat di gua Hira setelah mendapatkan mimpi, Nabi Ibrahim mendapat perintah untuk menyembelih Nabi Ismail juga melalui mimpi. Semoga bermanfaat amin.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengapa bulan Sya’ban disebut bulan bersholawat kepada Nabi Muhammad Saw ? Apa Manfaat Sholawat Di Bulan Sya’ban?

  Tidak terasa beberapa bulan lagi kita akan  memasuki bulan Sya’ban dimana memang waktu itu tidak terasa, tiba- tiba sudah sya’ban lagi. Pasti itu yang dirasakan oleh sahabat pembaca? Benar bukan? Itulah pentingnya kita memanfaatkan waktu sebaik-baiknya. Dimana Nabi Muhammad Saw. sangat memperingatkan kita dengan waktu. Waktu itu ibarat pedang jika kita tidak bisa memanfaatkanya dengan baik, maka waktu itu tidak bisa dibeli lagi, tidak bisa kembali lagi. Berbicara mengenai bulan Sya’ban banyak sekali keistimewaan di dalamnya, belum lagi fadlilah beramal di dalamnya. Salah satu keistimewaan bulan ini ialah di sebut sebagai bulannya Nabi Muhammad Saw. dimana dalam sebuah keterangan di sebutkan bahwa: ''Rajab adalah bulan Allah, Sya'ban adalah bulanku dan Ramadhan bulan umatku.” Kembali kepada pembahasan judul di atas mengapa bulan Sya’ban di sebut bulan bersholawat kepada Nabi Muhamma Saw. penulis mengutip penjelasan didalam kitab Madza Fi Sya’ban hal 7 Hai’ah Shofwah a...

Keutamaan Sayyidul Istigfar

Sayyidul Istigfar merupakan amalan yang redaksinya langsung dari hadis Nabi Muhammad Saw yang memiliki keutamaan yang luar biasa. Amalan ini sangat di anjurkan untuk di baca setiap hari oleh setiap muslim.  Dari sahabat Syaddad Ibnu Aus dari Nabi Muhammad Saw. : سَيِّدُ الِاسْتِغْفارِ أنْ تَقُولَ: اللَّهُمَّ أنْتَ رَبِّي لا إلَهَ إلَّا أنْتَ، خَلَقْتَنِي وأنا عَبْدُكَ، وأنا علَى عَهْدِكَ ووَعْدِكَ ما اسْتَطَعْتُ، أعُوذُ بكَ مِن شَرِّ ما صَنَعْتُ، أبُوءُ لكَ بنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وأَبُوءُ لكَ بذَنْبِي فاغْفِرْ لِي؛ فإنَّه لا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إلَّا أنْتَ. قالَ: ومَن قالَها مِنَ النَّهارِ مُوقِنًا بها، فَماتَ مِن يَومِهِ قَبْلَ أنْ يُمْسِيَ، فَهو مِن أهْلِ الجَنَّةِ، ومَن قالَها مِنَ اللَّيْلِ وهو مُوقِنٌ بها، فَماتَ قَبْلَ أنْ يُصْبِحَ، فَهو مِن أهْلِ الجَنَّةِ. Artinya: Sayyidul Istigfar yakni mengucapkan:  "wahai Tuhanku, Engkau Tuhanku. Tiada tuhan yang disembah selain Engkau. Engkau yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku berada dalam perintah iman sesuai perjanjian-M...

Pembahasan Hukum Mengupload Foto di Medsos, Simak Sampai Habis !!!

Oleh : Abdul Wahab Ahmad Boleh tidak mengupload foto di medsos, terutama bagi muslimah? Pertanyaan ini mungkin tidak penting bagi sebagian orang yang cuek soal fikih, tapi sangat penting bagi sebagian lainnya yang ingin beragama dengan baik. Meskipun ini topik yang sangat basi, saya tertarik menulisnya kembali berhubung hal yang sama selalu ditanyakan dari waktu ke waktu. Silakan siapkan camilan yang banyak sebagai teman membaca ulasan yang tetap panjang lebar ini, meskipun sudah berusaha saya singkat setiap poinnya. Dalam berbagai artikel di internet maupun dalam kolom komentar media sosial, mudah kita temukan orang-orang yang mengharamkan upload foto di medsos secara mutlak, terutama bagi muslimah. Demikian juga di beberapa majelis pengajian, kadang ada pemateri yang mengharamkan seorang wanita mengupload foto dirinya di media sosial tanpa memilah kasus per kasus. Bahkan, saya beberapa kali mendengar ucapan bahwa  seorang wanita yang mengupload foto di media sosial sama dengan me...