Langsung ke konten utama

INILAH KEUTAMAAN HARI JUM'AT DIBANDING HARI LAIN

INILAH KEUTAMAAN HARI JUM'AT DIBANDING HARI LAIN
Hari Jumat adalah hari yang agung, dengannya Allah mengagungkan dan menghiasi Islam. Allah memuliakan umat Muhammad shallallahu 'alahi wasallam dengan hari Jumat, yang tidak diberikan kepada umat-umat nabi terdahulu.
Terdapat beberapa dalil yang menunjukan keutamaan hari Jumat. Bahkan ada beberapa ulama yang secara khusus menjadikannya dalam satu bentuk karya, seperti kitab al-Lum’ah Fi Khashaish al-Jumat, karya Syekh Jalaluddin al-Suyuthi. Berikut ini di antara dalil yang menyebutkan keutamaan hari Jumat. Al-Imam al-Syafi’i dan al-Imam Ahmad meriwayatkan dari Sa’ad bin ‘Ubadah sebuah hadits:

ุณَูŠِّุฏُ ุงู„ْุฃَูŠَّุงู…ِ ุนِู†ْุฏَ ุงู„ู„ู‡ِ ูŠَูˆْู…ُ ุงู„ْุฌُู…ُุนَุฉِ ูˆَู‡ُูˆَ ุฃَุนْุธَู…ُ ู…ِู†ْ ูŠَูˆْู…ِ ุงู„ู†َّุญَุฑِ ูˆَูŠَูˆْู…ُ ุงู„ْูِุทْุฑِ ูˆَูِูŠْู‡ِ ุฎَู…ْุณُ ุฎِุตَุงู„ٍ ูِูŠْู‡ِ ุฎَู„َู‚َ ุงู„ู„ู‡ُ ุขุฏَู…َ ูˆَูِูŠْู‡ِ ุฃُู‡ْุจِุทَ ู…ِู†َ ุงู„ْุฌَู†َّุฉِ ุฅِู„َู‰ ุงู„ْุฃَุฑْุถِ ูˆَูِูŠْู‡ِ ุชُูˆُูِّูŠَ ูˆَูِูŠْู‡ِ ุณَุงุนَุฉٌ ู„َุง ูŠَุณْุฃَู„ُ ุงู„ْุนَุจْุฏُ ูِูŠْู‡َุง ุงู„ู„ู‡َ ุดَูŠْุฆًุง ุฅِู„َّุง ุฃَุนْุทَุงู‡ُ ุฅِูŠَّุงู‡ُ ู…َุง ู„َู…ْ ูŠَุณْุฃَู„ْ ุฅِุซْู…ًุง ุฃَูˆْ ู‚َุทِูŠْุนَุฉَ ุฑَุญِู…ٍ ูˆَูِูŠْู‡ِ ุชَู‚ُูˆْู…ُ ุงู„ุณَّุงุนَุฉُ ูˆَู…َุง ู…ِู†ْ ู…َู„َูƒٍ ู…ُู‚ّุฑَّุจٍ ูˆَู„َุง ุณَู…َุงุกٍ ูˆَู„َุง ุฃَุฑْุถٍ ูˆَู„َุง ุฑِูŠْุญٍ ูˆَู„َุง ุฌَุจَู„ٍ ูˆَู„َุง ุญَุฌَุฑٍ ุฅِู„َّุง ูˆَู‡ُูˆَ ู…ُุดْูِู‚ٌ ู…ِู†ْ ูŠَูˆْู…ِ ุงู„ْุฌُู…ُุนَุฉِ

“Rajanya hari di sisi Allah adalah hari Jumat. Ia lebih agung dari pada hari raya kurban dan hari raya Fithri. Di dalam Jumat terdapat lima keutamaan. Pada hari Jumat Allah menciptakan Nabi Adam dan mengeluarkannya dari surga ke bumi. Pada hari Jumat pula Nabi Adam wafat. Di dalam hari Jumat terdapat waktu yang tiada seorang hamba meminta sesuatu di dalamnya kecuali Allah mengabulkan permintaannya, selama tidak meminta dosa atau memutus tali shilaturrahim. Hari kiamat juga terjadi di hari Jumat. Tiada Malaikat yang didekatkan di sisi Allah, langit, bumi, angin, gunung dan batu kecuali ia khawatir terjadinya kiamat saat hari Jumat”. Mengapa langit, bumi, batu dan benda-benda mati lainnya mengalami kekhawatiran? Padahal benda-benda tersebut merupakan makhluk yang tidak bernyawa?

INILAH KEUTAMAAN HARI JUM'AT DIBANDING HARI LAIN

Syekh Ihsan bin Dakhlan dalam Manahij al-Imdad menjelaskan sebagai berikut:

ุฃَูŠْ ูŠَุฎْู„ُู‚ُ ุงู„ู„ู‡ُ ุชَุนَุงู„َู‰ ู„َู‡َุง ุฅِุฏْุฑَุงูƒًุง ู„ِู…َุง ูŠَู‚َุนُ ูِูŠْ ุฐَู„ِูƒَ ุงู„ْูŠَูˆْู…ِ ูَุชَุฎَุงูُ...ุงู„ู‰ ุงู† ู‚ุงู„....ูˆَุงู„ุณِّุฑُّ ูِูŠْ ุฐَู„ِูƒَ ุฃَู†َّ ุงู„ุณَّุงุนَุฉَ ูƒَู…َุง ุชَู‚َุฏَّู…َ ุชَู‚ُูˆْู…ُ ูŠَูˆْู…َ ุงู„ْุฌُู…ُุนَุฉِ ุจَูŠْู†َ ุงู„ุตُّุจْุญِ ูˆَุทُู„ُูˆْุนِ ุงู„ุดَّู…ْุณِ ูَู…َุง ู…ِู†ْ ุฏَุงุจَّุฉٍ ุงِู„َّุง ูˆَู‡ِูŠَ ู…ُุดْูِู‚َุฉٌ ู…ِู†ْ ู‚ِูŠَุงู…ِู‡َุง ูِูŠْ ุตَุจَุงุญِ ู‡َุฐَุง ุงู„ْูŠَูˆْู…ِ ูَุฅِุฐَุง ุฃَุตْุจَุญْู†َ ุญَู…ِุฏْู†َ ุงู„ู„ู‡َ ุชَุนَุงู„َู‰ ูˆَุณَู„َّู…ْู†َ ุนَู„َู‰ ุจَุนْุถِู‡ِู†َّ ูˆَู‚ُู„ْู†َ ูŠَูˆْู…ٌ ุตَุงู„ِุญٌ ุญَูŠْุซُ ู„َู…ْ ุชَู‚ُู…ْ ูِูŠْู‡َุง ุงู„ุณَّุงุนَุฉُ

“Maksudnya, Allah menciptakan kepada makhuk-makhluk tidak bernyawa ini pengetahuan tentang hal-hal yang terjadi pada hari Jumat tersebut. Rahasia dari kekhawatiran mereka adalah bahwa hari kiamat sebagaimana telah dijelaskan terjadi pada hari Jumat di antara waktu Subuh dan terbitnya matahari. Maka tidaklah binatang-binatang kecuali khawatir akan datangnya hari kiamat pada pagi hari Jumat ini. Saat pagi hari tiba, mereka memuji kepada Allah dan memberi ucapan selamat satu sama lain, mereka mengatakan; ini hari baik. Kiamat tidak terjadi pada pagi hari ini”. (Syekh Ihsan bin Dakhlan, Manahij al-Imdad Syarh Irsyad al-‘Ibad, juz.1, hal.286,).
Imam Ahmad dan Imam Tirmidzi meriwayatkan dari Abdillah bin ‘Amr bin al-‘Ash sebuah hadits:

ู…َุง ู…ِู†ْ ู…ُุณْู„ِู…ٍ ูŠَู…ُูˆْุชُ ูŠَูˆْู…َ ุงู„ْุฌُู…ُุนَุฉِ ุฃَูˆْ ู„َูŠْู„َุฉَ ุงู„ْุฌُู…ُุนَุฉِ ุฅِู„َّุง ูˆَู‚َุงู‡ُ ุงู„ู„ู‡ُ ูِุชْู†َุฉَ ุงู„ْู‚َุจْุฑِ

“Tiada seorang Muslim yang mati di hari atau malam Jumat, kecuali Allah menjaganya dari fitnah kubur”.
Syekh Ihsan bin Dakhlan dalam kitab Manahij al-Imdad Syarh Irsyad al-‘Ibad, juz.1, hal.286, mengutip keterangan dari Imam al-‘Azizi bahwa hadits tersebut mencapai derajat hadits Hasan.
Ulama berbeda pendapat mengenai maksud terjaganya orang yang wafat di hari Jumat dari fitnah kubur. Menurut Imam al-Manawi orang tersebut tidak ditanya Malaikat di kuburan. 
Sedangkan menurut pendapat yang dipegang oleh Imam al-Zayadi, bahwa orang yang mati di hari Jumat tetap ditanya malaikat, namun ia diberi kemudahan dalam menjalaninya.
Syekh Ihsan bin Dakhlan dalam Manahij al-Imdad menjelaskan sebagai berikut:

ุฃَูŠْ ูŠَุฎْู„ُู‚ُ ุงู„ู„ู‡ُ ุชَุนَุงู„َู‰ ู„َู‡َุง ุฅِุฏْุฑَุงูƒًุง ู„ِู…َุง ูŠَู‚َุนُ ูِูŠْ ุฐَู„ِูƒَ ุงู„ْูŠَูˆْู…ِ ูَุชَุฎَุงูُ...ุงู„ู‰ ุงู† ู‚ุงู„....ูˆَุงู„ุณِّุฑُّ ูِูŠْ ุฐَู„ِูƒَ ุฃَู†َّ ุงู„ุณَّุงุนَุฉَ ูƒَู…َุง ุชَู‚َุฏَّู…َ ุชَู‚ُูˆْู…ُ ูŠَูˆْู…َ ุงู„ْุฌُู…ُุนَุฉِ ุจَูŠْู†َ ุงู„ุตُّุจْุญِ ูˆَุทُู„ُูˆْุนِ ุงู„ุดَّู…ْุณِ ูَู…َุง ู…ِู†ْ ุฏَุงุจَّุฉٍ ุงِู„َّุง ูˆَู‡ِูŠَ ู…ُุดْูِู‚َุฉٌ ู…ِู†ْ ู‚ِูŠَุงู…ِู‡َุง ูِูŠْ ุตَุจَุงุญِ ู‡َุฐَุง ุงู„ْูŠَูˆْู…ِ ูَุฅِุฐَุง ุฃَุตْุจَุญْู†َ ุญَู…ِุฏْู†َ ุงู„ู„ู‡َ ุชَุนَุงู„َู‰ ูˆَุณَู„َّู…ْู†َ ุนَู„َู‰ ุจَุนْุถِู‡ِู†َّ ูˆَู‚ُู„ْู†َ ูŠَูˆْู…ٌ ุตَุงู„ِุญٌ ุญَูŠْุซُ ู„َู…ْ ุชَู‚ُู…ْ ูِูŠْู‡َุง ุงู„ุณَّุงุนَุฉُ
“Maksudnya, Allah menciptakan kepada makhuk-makhluk tidak bernyawa ini pengetahuan tentang hal-hal yang terjadi pada hari Jumat tersebut. Rahasia dari kekhawatiran mereka adalah bahwa hari kiamat sebagaimana telah dijelaskan terjadi pada hari Jumat di antara waktu Subuh dan terbitnya matahari. Maka tidaklah binatang-binatang kecuali khawatir akan datangnya hari kiamat pada pagi hari Jumat ini. Saat pagi hari tiba, mereka memuji kepada Allah dan memberi ucapan selamat satu sama lain, mereka mengatakan; ini hari baik. Kiamat tidak terjadi pada pagi hari ini”. (Syekh Ihsan bin Dakhlan, Manahij al-Imdad Syarh Irsyad al-‘Ibad, juz.1, hal.286,).

Imam Ahmad dan Imam Tirmidzi meriwayatkan dari Abdillah bin ‘Amr bin al-‘Ash sebuah hadits:

ู…َุง ู…ِู†ْ ู…ُุณْู„ِู…ٍ ูŠَู…ُูˆْุชُ ูŠَูˆْู…َ ุงู„ْุฌُู…ُุนَุฉِ ุฃَูˆْ ู„َูŠْู„َุฉَ ุงู„ْุฌُู…ُุนَุฉِ ุฅِู„َّุง ูˆَู‚َุงู‡ُ ุงู„ู„ู‡ُ ูِุชْู†َุฉَ ุงู„ْู‚َุจْุฑِ
“Tiada seorang Muslim yang mati di hari atau malam Jumat, kecuali Allah menjaganya dari fitnah kubur”.

Syekh Ihsan bin Dakhlan dalam kitab Manahij al-Imdad Syarh Irsyad al-‘Ibad, juz.1, hal.286, mengutip keterangan dari Imam al-‘Azizi bahwa hadits tersebut mencapai derajat hadits Hasan.

Ulama berbeda pendapat mengenai maksud terjaganya orang yang wafat di hari Jumat dari fitnah kubur. Menurut Imam al-Manawi orang tersebut tidak ditanya Malaikat di kuburan. 
Sedangkan menurut pendapat yang dipegang oleh Imam al-Zayadi, bahwa orang yang mati di hari Jumat tetap ditanya malaikat, namun ia diberi kemudahan dalam menjalaninya.

Syekh Ihsan bin Dakhlan mengatakan:

ู‚َุงู„َ ุงู„ْู…َู†َุงูˆِูŠُّ ุจِุฃَู†ْ ู„َุง ูŠُุณْุฃَู„َ ูِูŠْ ู‚َุจْุฑِู‡ِ ุงِู†ْุชَู‡َู‰ ูˆَู‡َุฐَุง ุฎِู„َุงูُ ุธَุงู‡ِุฑِ ุงู„ْุญَุฏِูŠْุซِ ูˆَุงู„َّุฐِูŠْ ุงِุนْุชَู…َุฏَู‡ُ ุงู„ุฒَّูŠَุงุฏِูŠُّ ุฃَู†َّ ุงู„ุณُّุคَุงู„َ ูِูŠ ุงู„ْู‚َุจْุฑِ ุนَุงู…ٌّ ู„ِูƒُู„ِّ ู…ُูƒَู„َّูٍ ุงِู„َّุง ุดَู‡ِูŠْุฏَ ุงู„ْู…َุนْุฑِูƒَุฉِ ูˆَู…َุง ูˆَุฑَุฏَ ูِูŠْ ุฌَู…َุงุนَุฉٍ ู…ِู†ْ ุฃَู†َّู‡ُู…ْ ู„َุง ูŠُุณْุฆَู„ُูˆْู†َ ู…َุญْู…ُูˆْู„ٌ ุนَู„َู‰ ุนَุฏَู…ِ ุงู„ْูِุชْู†َุฉِ ูِูŠْ ุงู„ْู‚َุจْุฑِ ุฃَูŠْ ูŠُุณْุฆَู„ُูˆْู†َ ูˆَู„َุง ูŠُูْุชَู†ُูˆْู†َ.

“Maksud dari hadits tersebut, Imam al-Manawai mengatakan dengan sekira ia tidak ditanya malaikat di kuburnya. Pendapat al-Manawi ini menyalahi makna zhahirnya hadits. Pendapat yang dipegang Imam al-Zayadi bahwa pertanyaan malaikat di alam kubur menyeluruh untuk setiap orang mukallaf kecuali syahid yang gugur di medan pertempuran. Keterangan yang menyebutkan bahwa segolongan ulama tidak ditanya malaikat di alam kubur diarahkan pada arti ketiadaan fitnah, maksudnya mereka tetap ditanya malaikat dan tidak mendapatkan fitnah”. (Syekh Ihsan bin Dakhlan, Manahij al-Imdad Syarh Irsyad al-‘Ibad, juz.1, hal.286).
Menjalankan shalat Jumat merupakan hajinya orang-orang yang tidak mampu. Imam al-Qadla’i dan Ibnu Asakir dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
ุงَู„ْุฌُู…ُุนَุฉُ ุญَุฌُّ ุงู„ْูُู‚َุฑَุงุกِ
“Jumat merupakan hajinya orang-orang fakir”. 
Terkait hadits tersebut, Syekh Ihsan bin Dakhlan menjelaskan:
ูŠَุนْู†ِูŠْ ุฐَู‡َุงุจُ ุงู„ْุนَุงุฌِุฒِูŠْู†َ ุนَู†ِ ุงู„ْุญَุฌِّ ุงِู„َู‰ ุงู„ْุฌُู…ُุนَุฉِ ู‡ُูˆَ ู„َู‡ُู…ْ ูƒَุงู„ْุญَุฌِّ ูِูŠْ ุญُุตُูˆْู„ِ ุงู„ุซَّูˆَุงุจِ ูˆَุงِู†ْ ุชَูَุงูˆَุชَ ูˆَูِูŠْู‡ِ ุงู„ْุญَุซُّ ุนَู„َู‰ ูِุนْู„ِู‡َุง ูˆَุงู„ุชَّุฑْุบِูŠْุจُ ูِูŠْู‡ِ. 
“Maksudnya, berangkatnya orang-orang yang tidak mampu berhaji menuju shalat Jumat, seperti berangkat menuju tempat haji dalam hal mendapatkan pahala, meskipun berbeda tingkat pahalanya. Dalam hadits ini memberi dorongan untuk melakukan Jumat”.
(Syekh Ihsan bin Dakhlan, Manahij al-Imdad Syarh Irsyad al-‘Ibad, juz.1, hal.282,).
Dalam hadits lain disebutkan:
ู…َู†ْ ุบَุณَّู„َ ูŠَูˆْู…َ ุงู„ْุฌُู…ُุนَุฉِ ูˆَุงุบْุชَุณَู„َ ูˆَุจَูƒَّุฑَ ูˆَุงุจْุชَูƒَุฑَ ูˆَู…َุดَู‰ ูˆَู„َู…ْ ูŠَุฑْูƒَุจْ ูˆَุฏَู†َุง ู…ِู†ْ ุงู„ْุฅِู…َุงู…ِ ูَุงุณْุชَู…َุนَ ูˆَู„َู…ْ ูŠَู„ْุบُ ูƒَุงู†َ ู„َู‡ُ ุจِูƒُู„ِّ ุฎُุทْูˆَุฉٍ ุนَู…َู„ُ ุณَู†َุฉٍ ุฃَุฌْุฑُ ุตِูŠَุงู…ِู‡َุง ูˆَู‚ِูŠَุงู…ِู‡َุง
“Barang siapa membasuh pakaian dan kepalanya, mandi, bergegas Jumatan, menemui awal khutbah, berjalan dan tidak menaiki kendaraan, dekat dengan Imam, mendengarkan khutbah dan tidak bermain-main, maka setiap langkahnya mendapat pahala berpuasa dan shalat selama satu tahun. (HR. Al-Tirmidzi dan al-Hakim).
Hadits ini menurut Imam al-Tirmidzi berstatus hadits Hasan dan menurut al-Hakim mencapai derajat hadits Shahih.

Dalam hadits Imam Muslim disebutkan:

ู…َู†ْ ุชَูˆَุถَّุฃَ ูَุฃَุญْุณَู†َ ุงู„ْูˆُุถُูˆุกَ ุซُู…َّ ุฃَุชَู‰ ุงู„ْุฌُู…ُุนَุฉَ ูَุฏَู†َุง ูˆَุงุณْุชَู…َุนَ ูˆَุฃَู†ْุตَุชَ ุบُูِุฑَ ู„َู‡ُ ู…َุง ุจَูŠْู†َู‡ُ ูˆَุจَูŠْู†َ ุงู„ْุฌُู…ُุนَุฉِ ูˆَุฒِูŠَุงุฏَุฉُ ุซَู„َุงุซَุฉِ ุฃَูŠَّุงู…ٍ

“Barang siapa berwudlu kemudian memperbaiki wudhunya, lantas berangkat Jumat, dekat dengan Imam dan mendengarkan khutbahnya, maka dosanya di antara hari tersebut dan Jumat berikutnya ditambah tiga hari diampuni”. (HR. Muslim).
Muslim yang membaca surat al-Kahfi pada hari Jumat, ia akan dinaungi cahaya di antara dua Jumat. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
ู…َู†ْ ู‚َุฑَุฃَ ุณُูˆุฑَุฉَ ุงู„ْูƒَู‡ْูِ ูŠَูˆْู…َ ุงู„ْุฌُู…ُุนَุฉِ ุฃَุถَุงุกَ ู„َู‡ُ ู…ِู†ْ ุงู„ู†ُّูˆุฑِ ู…َุง ุจَูŠْู†َ ุงู„ْุฌُู…ُุนَุชَูŠْู†ِ

“Barang siapa membaca surat al-Kahfi pada hari Jumat, maka Allah memberinya sinar cahaya di antara dua Jumat”.
Hadits tersebut diriwayatkan dan dishahihkan oleh imam al-Hakim. Nabi menganjurkan agar memperbanyak membaca shalawat pada hari Jumat.

Dalam sebuah hadits ditegaskan:

ุฃَูƒْุซِุฑُูˆุง ุนَู„َูŠَّ ู…ِู†ْ ุงู„ุตَّู„َุงุฉِ ู„َูŠْู„َุฉَ ุงู„ْุฌُู…ُุนَุฉِ ูˆَูŠَูˆْู…َ ุงู„ْุฌُู…ُุนَุฉِ ูَู…َู†ْ ุตَู„َّู‰ ุนَู„َูŠَّ ุตَู„َุงุฉً ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ุจِู‡َุง ุนَุดْุฑًุง

“Pebanyaklah membaca shalawat kepadaku di hari dan malam Jumat. Barangsiapa membaca shalawat untuku satu kali, maka Allah membalasnya sepuluh kali”. Hadits tersebut diriwayatkan al-Baihaqi dengan beberapa sanad yang baik (hasan).

Demikianlah penjelasan mengenai keutamaan hari Jumat. Masih banyak lagi dalil-dalil yang menyebutkan keutamaan hari Jumat, jauh lebih banyak dari apa yang telah disebutkan di atas. Semoga bermanfaat. Semoga kita senantiasa mendapat taufiq dari Allah untuk bisa menjalankan amaliyyah di hari Jumat dengan Istiqomah (konsisten) AAMIIN.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengapa bulan Sya’ban disebut bulan bersholawat kepada Nabi Muhammad Saw ? Apa Manfaat Sholawat Di Bulan Sya’ban?

  Tidak terasa beberapa bulan lagi kita akan  memasuki bulan Sya’ban dimana memang waktu itu tidak terasa, tiba- tiba sudah sya’ban lagi. Pasti itu yang dirasakan oleh sahabat pembaca? Benar bukan? Itulah pentingnya kita memanfaatkan waktu sebaik-baiknya. Dimana Nabi Muhammad Saw. sangat memperingatkan kita dengan waktu. Waktu itu ibarat pedang jika kita tidak bisa memanfaatkanya dengan baik, maka waktu itu tidak bisa dibeli lagi, tidak bisa kembali lagi. Berbicara mengenai bulan Sya’ban banyak sekali keistimewaan di dalamnya, belum lagi fadlilah beramal di dalamnya. Salah satu keistimewaan bulan ini ialah di sebut sebagai bulannya Nabi Muhammad Saw. dimana dalam sebuah keterangan di sebutkan bahwa: ''Rajab adalah bulan Allah, Sya'ban adalah bulanku dan Ramadhan bulan umatku.” Kembali kepada pembahasan judul di atas mengapa bulan Sya’ban di sebut bulan bersholawat kepada Nabi Muhamma Saw. penulis mengutip penjelasan didalam kitab Madza Fi Sya’ban hal 7 Hai’ah Shofwah a...

Keutamaan Sayyidul Istigfar

Sayyidul Istigfar merupakan amalan yang redaksinya langsung dari hadis Nabi Muhammad Saw yang memiliki keutamaan yang luar biasa. Amalan ini sangat di anjurkan untuk di baca setiap hari oleh setiap muslim.  Dari sahabat Syaddad Ibnu Aus dari Nabi Muhammad Saw. : ุณَูŠِّุฏُ ุงู„ِุงุณْุชِุบْูุงุฑِ ุฃู†ْ ุชَู‚ُูˆู„َ: ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุฃู†ْุชَ ุฑَุจِّูŠ ู„ุง ุฅู„َู‡َ ุฅู„َّุง ุฃู†ْุชَ، ุฎَู„َู‚ْุชَู†ِูŠ ูˆุฃู†ุง ุนَุจْุฏُูƒَ، ูˆุฃู†ุง ุนู„َู‰ ุนَู‡ْุฏِูƒَ ูˆูˆَุนْุฏِูƒَ ู…ุง ุงุณْุชَุทَุนْุชُ، ุฃุนُูˆุฐُ ุจูƒَ ู…ِู† ุดَุฑِّ ู…ุง ุตَู†َุนْุชُ، ุฃุจُูˆุกُ ู„ูƒَ ุจู†ِุนْู…َุชِูƒَ ุนَู„َูŠَّ، ูˆุฃَุจُูˆุกُ ู„ูƒَ ุจุฐَู†ْุจِูŠ ูุงุบْูِุฑْ ู„ِูŠ؛ ูุฅู†َّู‡ ู„ุง ูŠَุบْูِุฑُ ุงู„ุฐُّู†ُูˆุจَ ุฅู„َّุง ุฃู†ْุชَ. ู‚ุงู„َ: ูˆู…َู† ู‚ุงู„َู‡ุง ู…ِู†َ ุงู„ู†َّู‡ุงุฑِ ู…ُูˆู‚ِู†ًุง ุจู‡ุง، ูَู…ุงุชَ ู…ِู† ูŠَูˆู…ِู‡ِ ู‚َุจْู„َ ุฃู†ْ ูŠُู…ْุณِูŠَ، ูَู‡ูˆ ู…ِู† ุฃู‡ْู„ِ ุงู„ุฌَู†َّุฉِ، ูˆู…َู† ู‚ุงู„َู‡ุง ู…ِู†َ ุงู„ู„َّูŠْู„ِ ูˆู‡ูˆ ู…ُูˆู‚ِู†ٌ ุจู‡ุง، ูَู…ุงุชَ ู‚َุจْู„َ ุฃู†ْ ูŠُุตْุจِุญَ، ูَู‡ูˆ ู…ِู† ุฃู‡ْู„ِ ุงู„ุฌَู†َّุฉِ. Artinya: Sayyidul Istigfar yakni mengucapkan:  "wahai Tuhanku, Engkau Tuhanku. Tiada tuhan yang disembah selain Engkau. Engkau yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku berada dalam perintah iman sesuai perjanjian-M...

Pembahasan Hukum Mengupload Foto di Medsos, Simak Sampai Habis !!!

Oleh : Abdul Wahab Ahmad Boleh tidak mengupload foto di medsos, terutama bagi muslimah? Pertanyaan ini mungkin tidak penting bagi sebagian orang yang cuek soal fikih, tapi sangat penting bagi sebagian lainnya yang ingin beragama dengan baik. Meskipun ini topik yang sangat basi, saya tertarik menulisnya kembali berhubung hal yang sama selalu ditanyakan dari waktu ke waktu. Silakan siapkan camilan yang banyak sebagai teman membaca ulasan yang tetap panjang lebar ini, meskipun sudah berusaha saya singkat setiap poinnya. Dalam berbagai artikel di internet maupun dalam kolom komentar media sosial, mudah kita temukan orang-orang yang mengharamkan upload foto di medsos secara mutlak, terutama bagi muslimah. Demikian juga di beberapa majelis pengajian, kadang ada pemateri yang mengharamkan seorang wanita mengupload foto dirinya di media sosial tanpa memilah kasus per kasus. Bahkan, saya beberapa kali mendengar ucapan bahwa  seorang wanita yang mengupload foto di media sosial sama dengan me...