Langsung ke konten utama

Cara Mendidik Anak Menurut Rasulullah Saw

 Cara Mendidik Anak Menurut Rasulullah Saw
Masa anak-anak sangat penting diperhatikan. Usia segini biasa disebut dengan golden age (usia emas). Ibarat masakan, jika benar cara masaknya, pasti enak makanannya kan? 
Sama, jika benar kita mendidiknya, maka anak kita besarnya akan menjadi anak yang sholeh sholehah, insya Allah. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mendidik masa anak-anak: 


*Tanam dan pupuk rasa cintanya untuk Allah dan Rasulullah.*
Rasulullah saw bersabda,

اَدِّبُوْا اَوْلَادَكُمْ عَلَى ثَلَاثِ خِصَالٍ : حُبِّ نَبِيِّكُمْ وَحُبِّ اَهْلِ بَيْتِهِ وَ قِرَأَةُ الْقُرْأَنِ

"Didiklah anak-anak kalian dengan tiga perkara: yaitu, mencintai Nabi kalian dan mencintai keluarganya, serta membaca Al-Qur’an."
*Ajak anak untuk melaksanakan shalat sejak kecil dan biasakan untuk melakukannya secara berjama'ah dimasjid atau bersama keluarga.*
Kebanyakan orang tua bingung dan marah jika anaknya telat makan, telat sekolah. Namun terasa ringan dan biasa jika anaknya telat sholat atau bahkan tidak sholat. 
*Pisahkan tempat tidur anak laki-laki dan perempuan ketika mereka sudah berusia 10 tahun.*
Rasulullah SAW bersabda:
مُرُوا أَوْلادَكُمْ بِالصَّلاةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِينَ، وَاضْرِبُوهُمْ عَلَيْهَا وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْرٍ، وَفَرِّقُوا بَيْنَهُمْ فِي الْمَضَاجِعِ

"Perintahkan anak-anak kalian untuk menunaikan shalat saat mereka berusia tujuh tahun, dan pukullah mereka saat mereka berusia sepuluh tahun, pisahkan tempat tidur di antara mereka."
*Mendidik anak mengenai adab berbicara dengan mengajarkan anak untuk berbicara yang baik, sopan, lemah lembut, terutama kepada yang lebih tua.*
Laranglah anak untuk berbicara yang tidak bermanfaat, berkata kotor, berbohong, dan ajarkan pula agar ia mendengarkan orang yang mengajaknya berbicara. 
*Ajarkan juga ia untuk terbiasa duduk yang baik dan sopan.*
  • Menutup mulut ketika menguap, 
  • mengucap hamdalah ketika bersin. 
*orang tua harus memperhatikan pergaulan anak.* 
Mulai dari memilih sekolah yang baik, agamis, yang mengajarkan akhlak. Sehingga orang tua tidak khawatir anaknya berubah akhlak, kebiasaan, pola pikir, bahkan aqidahnya karena sebab lingkungan sekolah yang merusaknya. 
Jangan biarkan ia berteman dengan anak yang nakal karena pasti ia akan meniru perbuatan dan perkataannya. 
Begitupula televisi dan sosial media harus dalam pengawasan dan kontrol maksimal karena terbukti banyak memberikan pengaruh negative terhadap karakter dan jiwa anak. 
*Izinkan ia untuk bermain dengan permainan yang baik untuk mengistirahatkannya dari lelahnya belajar.*

Arahkan kepada permainan yang sehat, baik, dan mengasah kecerdasannya seperti bersepeda, bulu tangkis, petak umpet, dll. 
Jauhkan anak dari permainan yang merusak akhlak dan pola pikirnya seperti playstation, atau game-game yang mengajarkan berkelahi, mencuri, bersikap kasar, atau yang didalamnya terdapat wanita yang membuka aurat. 
    *Hubungkan segala sesuatu yang dialami anak dengan Allah dan RasulNya.*
    Seperti ketika anak tidak menghabiskan atau membuang-buang makanan. Katakanlah kalau hal itu mubadzir dan tidak disenangi Allah. 

    Jangan menakuti anak dengan selain Allah. Seperti menakutinya dengan hantu, kecoak, dll. Sebab anak akan tumbuh menjadi pengecut dan penakut.  

    Insyaallah Allah memudahkan urusan kita dalam mendidik anak-anak kita supaya menjadi anak yang sholeh dan sholehah. 

    Aamiin Yaa Robb...


    رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

    Komentar

    Postingan populer dari blog ini

    Mengapa bulan Sya’ban disebut bulan bersholawat kepada Nabi Muhammad Saw ? Apa Manfaat Sholawat Di Bulan Sya’ban?

      Tidak terasa beberapa bulan lagi kita akan  memasuki bulan Sya’ban dimana memang waktu itu tidak terasa, tiba- tiba sudah sya’ban lagi. Pasti itu yang dirasakan oleh sahabat pembaca? Benar bukan? Itulah pentingnya kita memanfaatkan waktu sebaik-baiknya. Dimana Nabi Muhammad Saw. sangat memperingatkan kita dengan waktu. Waktu itu ibarat pedang jika kita tidak bisa memanfaatkanya dengan baik, maka waktu itu tidak bisa dibeli lagi, tidak bisa kembali lagi. Berbicara mengenai bulan Sya’ban banyak sekali keistimewaan di dalamnya, belum lagi fadlilah beramal di dalamnya. Salah satu keistimewaan bulan ini ialah di sebut sebagai bulannya Nabi Muhammad Saw. dimana dalam sebuah keterangan di sebutkan bahwa: ''Rajab adalah bulan Allah, Sya'ban adalah bulanku dan Ramadhan bulan umatku.” Kembali kepada pembahasan judul di atas mengapa bulan Sya’ban di sebut bulan bersholawat kepada Nabi Muhamma Saw. penulis mengutip penjelasan didalam kitab Madza Fi Sya’ban hal 7 Hai’ah Shofwah a...

    Keutamaan Sayyidul Istigfar

    Sayyidul Istigfar merupakan amalan yang redaksinya langsung dari hadis Nabi Muhammad Saw yang memiliki keutamaan yang luar biasa. Amalan ini sangat di anjurkan untuk di baca setiap hari oleh setiap muslim.  Dari sahabat Syaddad Ibnu Aus dari Nabi Muhammad Saw. : سَيِّدُ الِاسْتِغْفارِ أنْ تَقُولَ: اللَّهُمَّ أنْتَ رَبِّي لا إلَهَ إلَّا أنْتَ، خَلَقْتَنِي وأنا عَبْدُكَ، وأنا علَى عَهْدِكَ ووَعْدِكَ ما اسْتَطَعْتُ، أعُوذُ بكَ مِن شَرِّ ما صَنَعْتُ، أبُوءُ لكَ بنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وأَبُوءُ لكَ بذَنْبِي فاغْفِرْ لِي؛ فإنَّه لا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إلَّا أنْتَ. قالَ: ومَن قالَها مِنَ النَّهارِ مُوقِنًا بها، فَماتَ مِن يَومِهِ قَبْلَ أنْ يُمْسِيَ، فَهو مِن أهْلِ الجَنَّةِ، ومَن قالَها مِنَ اللَّيْلِ وهو مُوقِنٌ بها، فَماتَ قَبْلَ أنْ يُصْبِحَ، فَهو مِن أهْلِ الجَنَّةِ. Artinya: Sayyidul Istigfar yakni mengucapkan:  "wahai Tuhanku, Engkau Tuhanku. Tiada tuhan yang disembah selain Engkau. Engkau yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku berada dalam perintah iman sesuai perjanjian-M...

    Pembahasan Hukum Mengupload Foto di Medsos, Simak Sampai Habis !!!

    Oleh : Abdul Wahab Ahmad Boleh tidak mengupload foto di medsos, terutama bagi muslimah? Pertanyaan ini mungkin tidak penting bagi sebagian orang yang cuek soal fikih, tapi sangat penting bagi sebagian lainnya yang ingin beragama dengan baik. Meskipun ini topik yang sangat basi, saya tertarik menulisnya kembali berhubung hal yang sama selalu ditanyakan dari waktu ke waktu. Silakan siapkan camilan yang banyak sebagai teman membaca ulasan yang tetap panjang lebar ini, meskipun sudah berusaha saya singkat setiap poinnya. Dalam berbagai artikel di internet maupun dalam kolom komentar media sosial, mudah kita temukan orang-orang yang mengharamkan upload foto di medsos secara mutlak, terutama bagi muslimah. Demikian juga di beberapa majelis pengajian, kadang ada pemateri yang mengharamkan seorang wanita mengupload foto dirinya di media sosial tanpa memilah kasus per kasus. Bahkan, saya beberapa kali mendengar ucapan bahwa  seorang wanita yang mengupload foto di media sosial sama dengan me...