Langsung ke konten utama

Ternyata Ini Fadlilah Melaksanakan Sholat 5 Waktu


 

Fadlilah Melaksanakan Sholat 5 Waktu

Sholat lima waktu ialah suatu kewajiban yang harus dikerjakan oleh semua muslimin yang telah baligh. Perintah sholat telah diwajibkan semenjak Nabi Muhmammad Saw. diisra-mi’raj kan dari masjidil Haram ke masjidil Aqsa lalu ke langit ke tujuh. Perintah ini merupakan perintah yang istimewa karena diperintah langsung oleh Allah Swt. berbeda dengan ibadah-ibadah yang lain seperti ibadah haji, zakat, puasa.

Segala sesuatu yang diperintah oleh Allah Swt. pasti akan mendapatkan berbagai kemanfaatan baik lahir maupun batin. Salah satunya dengan perintah sholat lima waktu akan membuat manusia menjadi insan yang menghargai waktu, sehat jasmani, terhubungnya jalinan silaturahmi antara kaum muslim.

Hikmah dari segi waktu secara tidak langsung Allah Swt. mengajarkan kepada manusia agar mampu membagi waktu secara bijaksana. Di sisi lain dari segi kesehatan, banyak penelitian yang dilakukan oleh para ahli yang membuktikan manfaat dari setiap gerakan sholat. Lalu dengan seringnya bertemu antara kaum muslim di masjid maupun mussholah dapat mempererat hubungan mereka.

Allah Swt. berfirman di dalam surah Al-Munafiqun ayat 9 Artinya: “Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. barangsiapa yang berbuat demikian Maka mereka Itulah orang-orang yang merugi.”

Maksud dari mengingat Allah Swt. dalam ayat di atas ialah menjalan sholat lima waktu. Sholat merupakan amal yang pertama kali dihisab di akhirat kelak. Maka dari itu kita harus menjaga sholat waktu kita dengan sebaik-baiknya.

Apabila kita telah mampu mengerjakanya dengan penuh maka kita akan mendapatkan keutamaan dari sholat lima waktu. Kita akan mendapatkan kebahagiaan baik di dunia maupun akhirat. Karena segala dosa-dosa kita telah di ampuni oleh Allah Swt. seperti yang terdapat dalam hadis Nabi Muhammad Saw. ketika beliau mengambil dua dahan yang jatuh dari pohonya. Lalu beliau berkata “sesungguhnya seorang hamba yang megerjakan sholat dengan ikhlas untuk mencari ridho Allah Swt. maka dosa-dosanya rontok sebagaimana daun yang terlepas dari pohon ini.

Di dalam kitab Azzawajir karangan Imam Ahmad bin Hajar Al-Haitami, sebagian ulama berkata: Disebutkan dalam sebuah hadis: “Barangsiapa yang memelihara sholat wajib dengan baik, maka Allah Swt. memuliakan dengan lima perkara: pertama, tehindar dari kesempitan rezeki, dan hidupnya bahagia. Kedua, ketika mati terhindar dari siksa kubur. Ketiga, Allah Swt. memberikan catatan amalnya dan dia akan menerimanya dengan tangan kanannya. Keempat, berjalan di atas jembatan jahannam dengan cepat seperti kilat. Kelima, masuk surga tanpa hisab”.

Dari keterangan di atas dapat kita ketahui  bahwa jika seseorang yang mengerjakan sholat akan dimudahkan rezekinya oleh Allah Swt. dan diberi kebahadiaan hidup. Sebagaimana yang kita ketahui orang yang taat dalam menjalankan perintah Allah Swt. dan menjauhi segala larangan-Nya. Hidupnya serba berkecukupan dan keluarganya diliputi ketentraman.

Selanjutnya orang yang melaksanakan sholat akan terhindar dari siksa kubur. Ini sangat penting bagi kita. Karena siksa kubur sangat mengerikan, bahkan terdapat ular yang di persiapkan oleh Allah Swt. untuk orang yang meninggalkan sholat lima waktu. Ular tersebut bernama Asy-Syuja’ Al-Aqra’ (pemberani yang berkepala botak) yang matanya dari api, kukunya dari besi yang panjangnya perjalanan satu hari, serta suaranya seperti halilintar yang meledak.

Lalu yang ketiga kita akan diberikan catatan amal dengan tangan kanan. Ini adalah suatu pertanda baik dimana jika kita menerima catatan amal dengan tangan kanan kita akan dimasukkan kedalam surga Allah Swt.

Kemudia yang keempat akan melewati jembatan jahannam dengan kecepatan seperti kilat dimana setiap orang ketika melewati jembatan yang tipis dan tajam seperti pisau. Ini adalah suatu karunia yang diberikan Allah Swt. untuk hambanya yang taat kepada-Nya.

Terakhir, dimasukkan surga tanpa adanya perhisaban yang sangat adil. Dimana nanti manusia dibagi menjadi tiga golongan ada yang masuk surga tanpa hisab, ada yang harus melalui perhisaban, dan ada yang masuk neraka terlebih dahulu. Itulah fadlilah yang didapatkan oleh orang yang mengerjakan sholat lima waktu.

Oleh karena itu marilah kita bersama-sama berusaha melaksanakan segala perintah Allah Swt. dengan sebaik-baiknya terutama sholat. Serta menjauhi segala larangannya dengan sekuat mungkin. Sekian Wassalamualaikum Wr. Wb.

Disarikan dari kitab Irsyadul Ibad karya Imam An-Nawawi al-Bantani

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Biografi Gus Nadirsyah Hosen, Cendikiawan Kebanggaan Indonesia

Biografi Gus Nadirsyah Hosen, Cendikiawan Kebanggaan Indonesia Nadirsyah Hosen merupakan Rais Syuriah PCI (Pengurus Cabang Istimewa) Nahdlotul Ulama di Australian dan New Zealand. Beliau lahir pada 8 Desember 1973.  Biografi Gus Nadirsyah Hosen, Cendikiawan Kebanggaan Indonesia Beliau menempuh pendidikan formal dalam dua bidang keahlian ilmu yang berbeda, antara lain Ilmu Syariah dan Hukum, mulai S-1, S-2, S-3. Beliau menyandang dua gelar Ph.D. dan berkiprah cemerlang di negara tetangga. Di Negara Australia beliau menjabat sebagai Associate Professor di Fakultas Hukum, Universitas Wollongong. Kemudian berkiprah ke Monash University di tahun 2015. Dimana Monash Law School merupakan salah satu Fakultas Hukum terbaik di dunia.  Selang setahun di sana, beliau diberi amanah untuk mengurusi Monash University Malaysia pada Program Hukum. Sebuah program unggulan yang melibatkan mahasiswa dari negara Australia, Kanada, Belanda, Jerman, dan Prancis. Di sini beliau mengajar Hukum Tata Ne...

Dampak Belajar Tanpa Guru, Tuma al-Hakim Mati Konyol

Dampak Belajar Tanpa Guru, Mati Konyol  Terdapat sya'ir masyhur yang disampaikan al Imam Abu Hayyan Al Andalusy: ﻳﻈﻦّ ﺍﻟﻐُﻤْﺮُ ﺃﻥ ﺍﻟﻜُﺘْﺐَ ﺗَﻬﺪﻱ – ﺃﺧَﺎ ﺟَﻬﻞٍ ﻹﺩْﺭﺍﻙِ ﺍﻟﻌُﻠﻮﻡِ  ﻭﻣَﺎ ﻳَﺪﺭﻱﺍﻟﺠﻬﻮﻝُ ﺑﺄﻥّ ﻓِﻴﻬﺎ – ﻏَﻮﺍﻣِﺾ ﺣَﻴّﺮﺕ ﻋَﻘﻞَ ﺍﻟﻔﻬﻴﻢِ ﺇﺫﺍ ﺭُﻣﺖ ﺍﻟﻌُﻠﻮﻡَ ﺑﻐﻴﺮِ ﺷﻴﺦٍ – ﺿﻠﻠﺖَ ﻋَﻦ ﺍﻟﺼِﺮﺍﻁﺍﻟﻤُﺴﺘﻘِﻴﻢ ﻭﺗﻠﺘَﺒِﺲُ ﺍﻷﻣُﻮﺭُ ﻋﻠﻴﻚَ ﺣَﺘﻰ – ﺗﺼﻴﺮَ ﺃﺿﻞَّ ﻣِﻦ ﺗُﻮﻣﺎ ﺍﻟﺤَﻜﻴﻢ "Orang banyak menyangka bahwa kitab-kitab itu dapat menuntun orang bodoh untuk menggapai ilmu – padahal orang yang amat bodoh tidak tahu bahwa di dalam kitab-kitab itu banyak masalah rumit yang membingungkan akal orang cerdas. Apabila engkau mencari ilmu tanpa guru – maka engkau dapat tersesat dari jalan yang lurus. Segala perkara akan menjadi samar buatmu hingga – engkau menjadi lebih sesat daripada Tuma al Hakim."  Dikisahkan:  Dampak Belajar Tanpa Guru, Mati Konyol Tuma al-Hakim adalah seorang tabib yang menjadi lambang kebodohan pada masanya. Ayahnya adalah seorang dokter. Setelah orang tuanya meninggal dunia, ia ...

Mengapa bulan Sya’ban disebut bulan bersholawat kepada Nabi Muhammad Saw ? Apa Manfaat Sholawat Di Bulan Sya’ban?

  Tidak terasa beberapa bulan lagi kita akan  memasuki bulan Sya’ban dimana memang waktu itu tidak terasa, tiba- tiba sudah sya’ban lagi. Pasti itu yang dirasakan oleh sahabat pembaca? Benar bukan? Itulah pentingnya kita memanfaatkan waktu sebaik-baiknya. Dimana Nabi Muhammad Saw. sangat memperingatkan kita dengan waktu. Waktu itu ibarat pedang jika kita tidak bisa memanfaatkanya dengan baik, maka waktu itu tidak bisa dibeli lagi, tidak bisa kembali lagi. Berbicara mengenai bulan Sya’ban banyak sekali keistimewaan di dalamnya, belum lagi fadlilah beramal di dalamnya. Salah satu keistimewaan bulan ini ialah di sebut sebagai bulannya Nabi Muhammad Saw. dimana dalam sebuah keterangan di sebutkan bahwa: ''Rajab adalah bulan Allah, Sya'ban adalah bulanku dan Ramadhan bulan umatku.” Kembali kepada pembahasan judul di atas mengapa bulan Sya’ban di sebut bulan bersholawat kepada Nabi Muhamma Saw. penulis mengutip penjelasan didalam kitab Madza Fi Sya’ban hal 7 Hai’ah Shofwah a...