Langsung ke konten utama

Amalan apakah yang dapat menerangi dan memperluas kubur kita?



Kita sebagai manusia ciptaan Allah Swt. Merupakan makhluk yang pasti mengalami kematian. Kematian manusia ada yang dalam keadaan husnul khotimah dan ada yang su’ul khotimah. Bagi seseorang yang ingin menginggal dalam keadaan husnul khotimah harus membiasakan amal yang baik dan menjauhi larangan Allah swt.

Mau tidak mau kita akan memasuki liang kubur yang hanya seukuran 0,5 m kali 1 m. Ditempat inilah kita akan menunggu sampai terjadinya hari kiamat. Banyak orang berfikiran bahwa di dalam kuburan manusia kegelapan dan dalam kesempitan. Akan tetapi terdapat amalan yang dapat membuat kuburan kita menjadi terang-benderang.

Ada empat amalan yang dapat menerangi kuburan kita dan terhindar dari siksa kubur. Sebagaimana yang disebutkan oleh Abul-Laits dalam kitabnya Tahbihul Ghofilin. Beliau berkata : Siapa yang ingin selamat dari siksa kubur maka harus menjaga empat dan meninggalkan empat, adapun yang harus di jaga :

1. Menjaga shalat lima waktu

2. Banyak bersedekah

3. Banyak membaca Alqur’an

4. Memperbanyak tasbih.

Sebab semua yang empat dapat menerangi kubur dan meluaskannya. Dan yang empat harus di tinggalkan yaitu :

1.  Dusta

2. Khianat

3. Adu-adu

4. Menjaga kencing, sebab Rasulullah bersabda yang artinya : jika cebok jangan sampai ada sisanya, harus bersih dan tuntas benar.

Dari pendapat tersebut dapat kita ketahui bahwa yang pertama, menjaga sholat lima waktu sangat penting, karena merupakan perintah Allah Swt langsung yang berbeda dengan ibadah yang lain. Ibadah sholat langsung di perintahkan Allah Swt kepada nabi Muhammad SAW tanpa perantaraan malaikat Jibril.

Kedua, memperbanyak sedekah merupakan amal yang sangat baik. Dengan bersedekah kita dapat meringankan beban seseorang yang membutuhkannya. Bahkan orang yang bersedekah pasti akan di ganti oleh Allah dengan balasan 700 kali lipat.

Ketiga, banyak membaca Al- Qur’an merupakan suatu ibadah yang sangat di anjurkan. Dengan banyak membaca Al- Qur’an hati kita anak menjadi tenang. Selain itu, dapat membuat pikiran kita segar dan memperkuat ingatan kita.

Keempat, memperbanyak mebaca tasbih dimana amalan ini sangat ringan di ucapkan akan tetapi sangat besar pahalanya. Dengan membaca tasbih merupakan bentuk pengakuan kita bahwa hanya Allah Swt yang melebihi segalanya.

Selain harus melakukan amalan di atas kita juga harus menjauhi larangan Allah yang empat.

Pertama, Dusta atau bohong merupakan perilaku yang dapat merugikan diri kita sendiri. Orang yang sering berdusta akan dijauhi oleh teman sekitarnya dan juga membuat dirinya tidak dipercaya.

Kedua, khianat merupakan salah satu sifat mustahil para nabi. Orang yang berkhianat akan mendapat adzab dari Allah Swt dan di benci sesama manusia.

Ketiga, adu domba merupakan perilaku yang menyebabkan seseorang putus tali silaturahminya. Orang yang memutus tali silaturahmi juga akan mendapat siksa.

Keempat, menjaga kencing agar benar-benar bersih. Karena banyak orang yang di siksa dalam kubur di sebabkan bersuci yang kurang bersih. Sebagaimana yang Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Ibnu Abbas bahwa ia berkata, Nabi melewati dua buah kubur. Baginda bersabda maksudnya : "Kedua penghuninya sedang disiksa bukan karena dosa besar. Yang satu karena ia suka mengadu domba, dan yang lainnya karena tidak mau membersihkan air seni sehabis buang air kecil."

Para pembaca yang saya sayangi, sudah sepatutnya kita sebagai seseorang muslim mengamalkan sesuatu yang sudah diperintahkan oleh Allah Swt. Maka dari itu marilah kita perhatikan empat perkara di atas agar kita semua selamat dari siksa kubur. Amin ya rabbal ‘alamin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengapa bulan Sya’ban disebut bulan bersholawat kepada Nabi Muhammad Saw ? Apa Manfaat Sholawat Di Bulan Sya’ban?

  Tidak terasa beberapa bulan lagi kita akan  memasuki bulan Sya’ban dimana memang waktu itu tidak terasa, tiba- tiba sudah sya’ban lagi. Pasti itu yang dirasakan oleh sahabat pembaca? Benar bukan? Itulah pentingnya kita memanfaatkan waktu sebaik-baiknya. Dimana Nabi Muhammad Saw. sangat memperingatkan kita dengan waktu. Waktu itu ibarat pedang jika kita tidak bisa memanfaatkanya dengan baik, maka waktu itu tidak bisa dibeli lagi, tidak bisa kembali lagi. Berbicara mengenai bulan Sya’ban banyak sekali keistimewaan di dalamnya, belum lagi fadlilah beramal di dalamnya. Salah satu keistimewaan bulan ini ialah di sebut sebagai bulannya Nabi Muhammad Saw. dimana dalam sebuah keterangan di sebutkan bahwa: ''Rajab adalah bulan Allah, Sya'ban adalah bulanku dan Ramadhan bulan umatku.” Kembali kepada pembahasan judul di atas mengapa bulan Sya’ban di sebut bulan bersholawat kepada Nabi Muhamma Saw. penulis mengutip penjelasan didalam kitab Madza Fi Sya’ban hal 7 Hai’ah Shofwah a...

Keutamaan Sayyidul Istigfar

Sayyidul Istigfar merupakan amalan yang redaksinya langsung dari hadis Nabi Muhammad Saw yang memiliki keutamaan yang luar biasa. Amalan ini sangat di anjurkan untuk di baca setiap hari oleh setiap muslim.  Dari sahabat Syaddad Ibnu Aus dari Nabi Muhammad Saw. : سَيِّدُ الِاسْتِغْفارِ أنْ تَقُولَ: اللَّهُمَّ أنْتَ رَبِّي لا إلَهَ إلَّا أنْتَ، خَلَقْتَنِي وأنا عَبْدُكَ، وأنا علَى عَهْدِكَ ووَعْدِكَ ما اسْتَطَعْتُ، أعُوذُ بكَ مِن شَرِّ ما صَنَعْتُ، أبُوءُ لكَ بنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وأَبُوءُ لكَ بذَنْبِي فاغْفِرْ لِي؛ فإنَّه لا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إلَّا أنْتَ. قالَ: ومَن قالَها مِنَ النَّهارِ مُوقِنًا بها، فَماتَ مِن يَومِهِ قَبْلَ أنْ يُمْسِيَ، فَهو مِن أهْلِ الجَنَّةِ، ومَن قالَها مِنَ اللَّيْلِ وهو مُوقِنٌ بها، فَماتَ قَبْلَ أنْ يُصْبِحَ، فَهو مِن أهْلِ الجَنَّةِ. Artinya: Sayyidul Istigfar yakni mengucapkan:  "wahai Tuhanku, Engkau Tuhanku. Tiada tuhan yang disembah selain Engkau. Engkau yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku berada dalam perintah iman sesuai perjanjian-M...

Pembahasan Hukum Mengupload Foto di Medsos, Simak Sampai Habis !!!

Oleh : Abdul Wahab Ahmad Boleh tidak mengupload foto di medsos, terutama bagi muslimah? Pertanyaan ini mungkin tidak penting bagi sebagian orang yang cuek soal fikih, tapi sangat penting bagi sebagian lainnya yang ingin beragama dengan baik. Meskipun ini topik yang sangat basi, saya tertarik menulisnya kembali berhubung hal yang sama selalu ditanyakan dari waktu ke waktu. Silakan siapkan camilan yang banyak sebagai teman membaca ulasan yang tetap panjang lebar ini, meskipun sudah berusaha saya singkat setiap poinnya. Dalam berbagai artikel di internet maupun dalam kolom komentar media sosial, mudah kita temukan orang-orang yang mengharamkan upload foto di medsos secara mutlak, terutama bagi muslimah. Demikian juga di beberapa majelis pengajian, kadang ada pemateri yang mengharamkan seorang wanita mengupload foto dirinya di media sosial tanpa memilah kasus per kasus. Bahkan, saya beberapa kali mendengar ucapan bahwa  seorang wanita yang mengupload foto di media sosial sama dengan me...